Sejarah Islam di Indonesia [1]
SEJARAH PERJUANGAN UMAT ISLAM
BANGSA INDONESIA
I.
KELAHIRAN ISLAM DI INDONESIA (ABAD
VII – XVIII)
Pada
Mulanya Islam masuk ke Indonesia adalah dari jalur perdagangan,dimana sepanjang
pesisir pulau Sumatra waktu itu telah banyak dikunjungi oleh pedagang
Arab,India dan Tionghoa. Mereka adalah para pedagang Muslim,maka selain
hubungan perdangan,perkawinan,kebudayaan juga tentunya terjalin hubungan Da’wah
Islam. Perhubungan dagang mendatangkan kemakmuran dan selanjutnya perkembangan
social Budaya. Mulailah terbentuk kelompok kelompok Orang Islam,tentulah secara
kecil-kecilan dan terserak. Namun sebelumnya,Nusantara kita terutama Sumatra
juga menjadi jalur hubungan perkembangan Agama Hindu dan Buddha antara India
dan Tionghoa. Sumatra dan Malaya(Kini Malaysia) merupakan daerah persinggahan
penganjur-penganjur Hindu dan Budha,lalu menyusul pulau Jawa yang juga menjadi
daerah subur Agama.
Masyarakat Indonesia mulai terbentuk di beberapa
tempat,terutama daerah pantai kemudian tersebar ke setiap pelosok. Kondisi
Islam yang membudaya dalam kehidupan bangsa Indonesia, akhirnya melahirkan
Kerajaan Islam yang kuat dan sentosa di Pase (Aceh) yang bernama Samudra Pasai
pada abad X sampai abad XIV (1444 M). Di masa masa kerajaan Ini, sementara di
timur tengah telah berkecamuk perang Salib,salah satu tokohnya di pihak Islam
yang paling menonjol dan paling digandrungi umat Islam ialah Sultan Salahuddin
Al Ayyubi telah bermandzhabkan Safi’iyyah (Ahlus sunnah Wal Jama’ah) telah
mampu mempersatukan kembali kekuatan Umat Islam di timur tengah terutama di
daerah Baghdad yang ditandai oleh peringatan Maulid Nabi Muhammad, yang
tujuannya adalah membangkitkan Ghiroh yang aman kondisi umat Islam pada saat
itu Nampak melemah daya juang dan kesatuannya.
Pembaharuan
ini membawa pengaruh kuat kemana mana
termasuk Indonesia sendiri,dimana kerajaan pasai dan kerajaan sesudahnya
seperti : Perlak,Demak,Mataram,Kalimantan,Sulawesi dan Maluku hingga kerajaan
kecil sesudahnya, semua mengikuti pola pola kerajaan Sultan Salahuddin Al
Ayyubi di Baghdadh (Timur Tengah).
TAHUN 1399 M
Pulau Jawa bahkan seluruh Nusantara telah dikuasai oleh
kerajaan majapahit (1292 – 1525 M ) yang dasar Negara dan masyarakatnya beragam
Hindu dan Budha. Namun Kerajaan ini
mengalami kemunduran sepeninggal patihnya yang bernama Gajah Mada, yang
masa hidup dan jayanya pernah juga menaklukan kerajaan Pasai namun gagal, malah
kerajaan di Aceh ini tak pernah dikalahkan, maka perkembangan Islam pun
berjalan terus yang kelanjutanya pada tahun ini Islam mulai masuk ke Pulau Jawa
daerah timur dengan hadirnya seorang Ulama yang berkebangsaan Arab yang juga
sebelumnya menetap di Pasai yang bernama Maulana Malik Ibrahim. Beliaulah Ulama
dan Mubaligh pertama di pulau Jawa tepatnya di Gresik dan beliau menetap selama
20thn dan juga orang menyebutnya sebagai Wali yang kemudian di ikuti oleh
delapan tokoh lainnya hingga terkenal dengan julukan Wali Songo (9 Wali).
Didalam
perkembangan Syi’arnya Wali Songo berpolakan “Evolusi” (berubah setahap demi
setahap) seni budaya hindu dan budha tidak disuntik melainkan disuntikan ke
tengah-tengah budaya yang ada. Memang luwes dan dapat sambutan yang terbuka
dari Masyarakat. Namun dampak Negatif pertumbuhan Bid’ah dan Khurafat tumbuh
subur dewasa itu hingga dewasa kini.
Misi dan pergerakan Islam yang berhaluan Wali Songo terakhir dibawa oleh
Kyai Mojo seorang Ulama dan Tokoh masyarakat Jawa Tengah,beliau mempunyai murid
utama bernama Pangeran Diponegoro. Berbaurnya risalah Islam dgn seni
budaya Hindu dan Buddha dapatlah
dimaklumi karena masuknya Islam pertama kali ke bumi nusantara (Indonesia) oleh
para pedagang yang merangkap sebgai mubaligh atau bisa saja mubaligh-mubaligh
yang merangkap pedagang. Namun tetap kemurnia Islam dalam hal penyampaianya
harus oleh ulama Islam yang sebenar benarnya dan seutuhnya,sebaimana oleh
Rasulullah SAW,Ulama itu dinobatkan sebagai Warasatul An-Biyya.
TAHUN
1642 M
Berkecamuknya revolusi industry di dunia, mendorong tiap tiap
Negara Negara maju untuk mencari lahan pemasaran dan juga sumber bahan bahan
baku industry serta beberapa kebutuhan hidup yang tidak terdapat pd negaranya,
maka tatkala di Indonesia apa yang diharapkan dalam skala yang melimpah ruah
sehingga kepulauan Indonesia menjadi ajang perebutan oleh Negara Negara yang
sedang memperluas wilayah pemasarannya. Pada akhirnya Negara Belanda lah yang
berhasil menguasai kepulauan Indonesia khususnya. Hal ini ditandai lahirnya VOC
tahun 1642; untuk memperlancar axpansi mereka,maka merekapun mengirim para ahli
untuk menyelidiki ideology,ekonomi,social,budaya,pertahanan dan Agama.
TAHUN
1825 – 1830 M
Terjadi pemberontakan terhadap Belanda pda waktun itu yang
telah mampu menjajah bumi Nusantara bercokol selama 350 tahun dan berakhirnya
tahun 1942, dgn peristiwa pendudukan Jepang di Indonesia. Perisitiwa ini
merupakan suatu Pergerakan keagamaan yaitu, Agama Islam yang dipimpin oleh
pangeran DiPonegoro di daerah Jawa Tengah. Ini suatu tanda perkembangan yang
terjadi dari umumnya bangsa Indonesia itu punya watak ‘nrimo’. Dimana Pangeran
Diponegoro memimpin pergerakan ini dengan suatu sistematika perjuangan dgn
penataan umat dalam formasi shaf kemiliteran, peperangan yang dikorbarkan itu
ialah sbg bukti kemajuan dalam faham Islamismenya. Berakhirnya pergerkan
Pangeran Diponegoro, pada saat itu Islam dalam keadaan tenggelam pada
masyarakat pada umum di bumi Nusantara dan di pulau Jawa pada khususnya.
Walaupun misi Wali Songo bisa dikatakan sudah berakhir namu ajaran Islam yang
sudah cukup memasyarakat, mampu memberikan suatu peluang terbuka komunikasi
antara bangsa Indonesia dengan Timur Tengah. Hal ini terjadi pada masa2 umroh
Haji ke tanah suci,Mekkah. Dan dari sinilah awal mula Islam yang seutunya akan
tersebar di Bumi Nusantara Indonesia, para ulama Indonesia dapat bertemu
langsung dengan para Ulama di pusat2 penyebaran Islam dan terjadilah Ta’lim
yang sesungguhnya dari ajaran Islam yg diasampaikan oleh para Ulama2 terkemuka
sbg para pewaris paa Nabi, sumber yang bersih dari Bid’ah dan Khurafat.
TAHUN
1880 – 1888 M
Terjadi pemberontakan petani di Banten yang diprakarsai olh
Ulama besar bernama KH Abdul Karim,beliau punya 3 orang murid yang pelopor
gerakan tersebut. Mereka itu adalah: 1. Imam Nawawi, Banten
2. Ki Mukhtar Natanagara/Mukhtar, Bogor
3. Ki Muhyidin.
KH. Abdul Karim seorang ulama yang kerap kali ke Timur Tengah
yang hingga wafatnya pun dimakamkan di Negara Mesir (Ma’la). Beliau pernah
bersumpah bahwa dia tidak akan pernah menginjak tanah Banten lagi sebelum
disana tegak sebuah Negara Islam dihadapan muridnya. Ini sebagai suatu cetusan
awal berdirinya Negara Islam Indonesia (NII). Setelah bersumpah begitu, KH.
Abdul Karim menetap di Arab Saudi dan pergerakan dipimpin oleh Imam
Nawawi,Banten. Semasa pergerakan ini sekitar tahun 1888 dan orang2 sisa
pergerakan ini berjumlah 94 orang oleh pemerintah Belanda diasingkan secara
terpisah satu sama lainnya ke seluruh pelosok Indonesia. Pada Hakekatnya
pembaangan secara begitu merupakan penyemaian bagi benih untuk tersebar merata
kemana mana. Skenario Allah pula yang mengaturnya. Dari sini belumlah ada lagi
pergerakan yg dapat terhitung sebgai poin dalam sejarah Islam di Indonesia.
Walaupun demikian ke-94 orang yg diasingkan tdi diibaratkan api dalam sekam yg
pda suatu saat nanti diserukan suatu ajakan maka bakalan terjadi gayung
bersambut dari masyarakat yg telah terwarnai mereka terhadap para penyeru yg
datang kemudian (namun masih segenerasi atau generasi yg dekat dgn mereka).
II.
PERTUMBUHAN ISLAM (1905 – 1917), 16
OKTOBER 1905
SDI
(Syarikat Dagang Islam) lahir di Solo, didirikan oleh KH Samanhudi yg dibantu
oleh KH. Asmodimejo, M Kertoteruno dan KH Abdul Rojak. Motif utamanya adlh :
Memerangi diskriminasi yg tajam yg sengaja dilakukan olh para bangsawan
terhadap kaum dhu’afa. Sangat menonjolkan sikap angkuh dan superioritas para
pedagang Cina yg memang memonopoli perekonomian Indonesia dibawah naungan
tiran/Thaghut Belanda.
Partai
ini eksisnya nampaknya msh sgt kaku, karena pergerakannya masih berfokus pd
perdagangan batik. Hal ini sgt disadari oleh KH. Samanhudi, maka beliau
mengadakan konsolisi dgn para pemuka masyarakat dan ulama-ulamanya, yg akhirnya
beliau bertemu dgn seorang yg kharismatik yaitu bapak HOS Cokroaminoto di
Surabaya. Menurut kabar bahwa KH Samanhudi bayk menyerap pola piker Ulama besar
bernama Mohammad Abduh, seorang pemikir Islam yg ahli dibidang Tauhid.
Sedangkan bapak Cokroaminoto byk menyerap pemahaman jamaluddin Al-Afghani,
seorang bangsa afghan yg sukses memulihkan ketata negaraan yg olh penguasa
sebelumnya tlh menjadi Negara sekuler. Bahkann beliau mampu mengembalikan Timur
tengah pada umumnya diambang pintu kehancuran lantaran faham sekuler yg
mengkoyak koyak tatanan pemerintahan Islam. Jadi Jamluddin Al-Afghanilah yg tlh
menggagalkan program musuh musuh Islam di Timur Tengah. Mengembalikan Timur
Tengah kpd persatuan Ke-Islaman-Nya. Beliau Pencetus Pan Islamisme. Pertemuan
ke2 tokoh tdi sekitar bulan Mei 1912,membicarakan kemungkinan2 perkembangan yg
lebih pesat. Kepercayaan mulai penuh terpegang oleh HOS Cokrominoto, kemudian
beliau mengadakan perubahan yg diawali dri nama, Syarikat Dagang Islam menjadi
Syarikat Islam. Walaupun hanya menhilangkan 1 kata namun hasilnya sgt
berpengaruhi hebat. Dan tersusunlah anggaran dasar yg pertama didasarkan olh
raden Mas TirtoSudiro pd tgl 11 November 1912 (Pimpinan SI cabang Bogor).
Tujuan Organisasi ini dlm anggaran dasarnya disebutkan “Akan berikhtiar,supaya
anggota anggotanya satu sama lain bergaul seperti semula, supaya timbulah
kerukunan dan tolong menolong antara satu sama lain antara sekalian kaum
muslimin Dan lagi dgn segala upaya yg halal dan tidak menyalahi wet-wet negeri
(Surakarta) dan wet-wet Government; Berikhtiar mengangkat derajat rakyat agar
menimbulkan kemakmuran,kesejahteraan dan kebesaran negeri”.
Komentar