Search

Berbuat Dosa Saat Sendirian


بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــــمِ

BERBUAT DOSA SAAT SENDIRIAN



Pada Abad 21, ada 1 lagi amanah yang kita diskusikan sejenak.
Sebuah Amanah yang berteriak kepada kita, berkata :
“Tolong beri perhatian padaku.”
Yang banyak dilanggar Muslim mungkin setiap hari, inilah amanah akses. Kemampuan untuk mendapatkan (hal – hal) yang haram dengan mudah.
Sekarang kita beralih ke sebuah ayat dari surah Al Maidah dan kamu akan tahu hubungan topik dengan amanah dan akses dengan ayat ini.
Allah Berfirman :
“Wahai orang – orang yang beriman, sesungguhnya Allah akan menguji mu dengan sesuatu dari hewan buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya. Biarpun ia tidak melihat-Nya. Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu, dia akan mendapat azab yang pedih.”

Apa arti ayat ini?
Kita tahu ketika seseorang sedang dalam keadaan ihram dalam perjalanan untuk haji atau umrah ada hal – hal yang tidak boleh kamu lakukan salah satunya adalah menangkap hewan buruan atau berburu. Tidak boleh berburu hewan darat untuk orang yang sedang ihram. Ada sekelompok Sahabat Rasulullah Salallahu’alaihi wa salam yang sedang dalam keadaan ihram dan mereka sedang berjalan, tiba – tiba hewan darat yang bisa diburu mulai datang berduyun – duyun kearah sahabat dan hewan ini sekarang berada dalam jangkauan. Yang perlu mereka lakukan  cuku[p berburu binatang – binatang itu, dan makanan terbaik dan termahal pun siap dihidangkan, terlebih lagi para sahabat kelaparan, terlebih lagi sahabat kekurangan uang, jadi ini adalah fitnah (ujian) yang berat. Tapi hewan hewan ini bergerak mendekati mereka dan tidak membutuhkan senjata untuk memburu mereka. Meki begitu tidak ada satu sahabat pun yang berburu hewan. Jadi Allah menurunkan ayat ini, baca lagi dan baru terasa masuk akal.
“Wahai orang – orang beriman, Allah pasti mengujimu dengan hewan buruan yang dapat dijangkau tangan dan tombakmu.”

Mengapa Allah menguji mereka dengan fitnah (ujian) ini?

“Agar terlihat siapa yang takut kepada-Nya meskipun ia tidak melihat-Nya.”

10 Tahun lalu…
Untuk mendapat hal yang haram memerlukan usaha, kita perlu usaha untuk mendapat sesuatu haram, kita kperlu berjuang untuk itu, memburunya dan mengejarnya. Meski begitu, Sekarang. Dengan hadirnya teknologi dan komunikasi massal, kita tidak perlu usaha keras lagi, Tangan mu bisa memperolehnya sekarang dengan beberapa klik kita dapat mengakses gambar dan video paling kotor lewat internet. Dan sekarang untuk berkomunikasi dengan lawan jenis, kita tidak perlu melempar pesawat kertas dan berharap pesan itu jatuh di balkon rumah si gadis. Kamu tidak perlu melakukan ini, sekarang tinggal menggunakan HP, 11 digit nomer atau memalui profil orang ini di sosmed. Dan kamu punya pribadi dengan dengan orang ini kapanpun! SEBUAH FITNAH (UJIAN)

Kenapa Allah membiarkan ujian hadir di rumah kita?

“Agar mengetahui siapa yang takut pada-Nya meskipun tidak melihat-Nya.”

Ini adlah fitnah yang sama , fitnah yang bisa dengan mudah kamu diperoleh. Sekarang kita membahas tentang amanah terhadap akses, akses untuk berbuat dosa. ALLAHU AKBAR!
Salah seorang Salaf (Pendahulu) akan berkata:
“Ketakutan yang timbul dihatimu ketika pintu mulai bergerak terbuka, sedangkan kau sedang berbuat dosa lebih besar dan buruk dimata Allah dibanding dosa itu sendiri.”

Ketakutanmu ketika seseorang melihatmu dan ketika pintunya mulai bergerak dan berkata: “Ketakutan yng timbul dalam hatimu saat itu lebih buruk dan besar dimata Allah daripada dosa itu sendiri karna Allah lebih pantas untuk ditakuti.”
Dan ada saudara kita, (semoga Allah mengapuni dia dan kita), dia berkata:
“Aku pernah berdosa dibalik laptop ku dan aku mulai mendengarkan pintu bergerak..”
Dan dia berkata:
“Hatiku mulai lompat ke kerongkonganku dengan cepat ku matikan komputerku dan aku berlari ke pintu, aku buka pintu itu dan ternyata hanya seekor kucing.”

Ketakutan pada manusia saat itu lebih buruk dari pada Allah daripada dosa itu sendiri yang mungkin dari salah satu kita pernah melakukannya, ALLAHU AKBAR!

Hati – hati saudara ku yang menjadi teman Allah di publik, tetapi menjadi musuh Allah ketika sendirian. Kontradiksi ini yang ada pada kepribadian seorang Muslim. Mungkin tidak pernah diketahui sekarang. 30,40,60 tahun berlalu dan mungkin tidak seorang pun tahu. Kalau kamu memiliki kontradiksi seperti ini didalam kepribadianmu, diantara urusan public dan pribadimu. Tapi di hari kiamat, hal ini akan diekspos dan akan berdampak serius seperti diriwayatkan Ibn Majah di dalam sunahnya. Dengan riwayat yang sahih Syekh Nasiruddin berkata dari tawban. Dia Berkata:
Rasulullah Bersabda,
“Aku tahu sekelompok orang dari umatku yang akan datang pada hari kiamat dengan kebaikan sebesar gunung, dengan sholat, sedekah, dan lain lainnya.”

Beliau Bersabda,
“Allah akan membuat amalan – amalan ini akan menjadi debu.”

Para ketakutan dan berkata:
“Ya Rasulullah, jelaskan orang – orang ini kepada kami. Jelaskan tentang mereka untu berjaga – jaga kalau kami termasuk begitu tanpa sadar.”

Beliau Bersabda,
“Mereka dari saudara – saudaramu, dan mereka dari rasmu, dan mereka sholat malam juga.”

ALLAHU AKBAR!, jadi apa kesalahannya?

Beliau Bersabda,
“Meski begitu ketika mereka sedang sendirian, mereka akan melanggar batasan dari Allah. Ketika sendirian, mereka melanggar batasan Allah (berbuat dosa).”

Dengan kata lain, amanah dari mudahnya akses terhadap dosa, tidak dipegang teguh, telah dikhianati.
TELAH DIKHIANATI !

Karena Saudara/Saudari, kesimpuannya…aku sadar bahwa ujian akses dijaman sekarang itu serius dan merupakan tantangan, dan ini perjuangan yang melelahkan untuk setiap dari kita (tanpa terkecuali). Dan kita mendengar saudara dan saudari kita mengeluhkan dan hal – hal haram yang tersedia hari ini sangat mudah diakses melebihi sebelumnya. Tetapi mengapa kita tidak beroptimis dan mengagap ini sebagai kesempatan yang besar untuk lebih dekat kepada Allah dengan meningalkan yang haram!
INI SEBUAH KESEMPATAN !
INI HAK ISTIMEWA !

Ada resiko yang besar, tapi terdapat pahala yang besar bagi orang yang menegakkan amanah ini.
Akan kuakhiri dengan bertanya:
“Jika aku orang yang berjuang untuk menegakkan amanah ini, amanah dari mudahnya akses yang haram, jika aku terus melanggarnya secara diam – diam, apa yang kau nasihatkan agar aku menjaga diri dan untuk membantu menegakkan amanah ini dimata Allah? 3 hal untuk mengigatkan diriku dan orang lain.”
1.   Dan mungkin ini yang paling efektif: Muraqabatullah, dengan mengingat bahwa Allah mengawasi. Dia Maha Melihat dan malaikat-Nya mencatat. Allah yang mendengar langkah kaki dan melihatnya, langkah kaki seekor semut hitam di kegelapan malam yang berjalan dibatu hitam. Allah Maha Melihat dan Mendengarnnya.
Al Shiniti sang ulama berkata:
“Ulama – ulama Islam telah sepakat bahwa tidak ada sesuatu hal yang lebih efektif dalam membantu seseorang untuk melindungi dirinya dari dosa daripada Muraqabah.”

yaitu mengingatkan diri sendiri bahwa Allah Maha Melihat.

2.  Membaca Qur’an dan merenungkan maknanya (itulah syaratnya).

Imam ibnu Taymiyah berkata dalam kitab Majmul’ul Fatawa
Dia Berkata:

“Jika seseorang memebaca Al Qur’an dengan merenungi maknanya, ini jadi salah satu cara paling efektif dalam melindungi dirinya dari semua dosa, atau setidaknya beberapa darinya.”

Membaca Qur’an dan berenti sejenak, merenunginya dan maknanya. Itulah perlindungan dari terlanggarnya Amanah dari Akses yang haram.

3.  Beribadah secara diam – diam.

Maksimalkan sholatmu ketika orang tidak melihatmu, do’a dan sedekah secara sembunyi – sembunyi, ketika tidak ada mata dan telinga yang bisa melihatmu atau mendengarmu.
Ibnu Qayyim berkata:

“Dosa yang dilakukan secara sembunyi adalah alasan utama mengapa mereka tersesat. Dan kebaikan yang dilakukan secara sembunyi adalah alasan utama mengapa mereka tetap teguh dijalan Islam.”

INILAH 3 NASIHAT SINGKAT

Bagi orang yang ingin menegakkan amanah dari mudahnya akses ke yang haram. Yang semakin berat dilaksanakan di abad 21 ini.


“Share Artikel Ini Agar Saudara Muslim-mu Tahu
Tidaklah seorang yang menghafal ilmu lalu ia menembunyikannya, melainkan akan didatangkan pada hari kiamat dalam keadaan diberi tanda dengan tanda dari api neraka.”[HR Ibnu Majah: 261]
“Ilmu yang tidak disampaikan (kepada orang lain) itu sama seperti simpanan (harata) yang tidak diinfakkan.”
[HR Ibnu Asakir & Ibnu Abdul Barr]
Kunjungi Selalu untuk Kepoin Islam.”

Komentar

Qur'an hadits

Kristenisasi

KRISTOLOGI

RENUNGAN

Postingan populer dari blog ini

Misteri Gunung Jabal Qaaf

Bahan Bangunan Surga Pernah Habis ??

Abu Mihjan Ats - Tsaqafiy