Search

Rahasia Adam & Iblis

بِسْــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــــمِ



Orang Kristen percaya kita hidup dibumi sebagai hukuman, kita tidak percaya itu. Kau tahu sebagian orang Muslim berpikir Adam ‘Alaihis Salam memakan buah kuldi jadi Allah menurunkannya ke bumi. Jadi turun ke bumi bagi sebagian orang adalah hukuman. Aku katakan padamu, Allah menempatkan kita dibumi sebelum pohon,buah,atau apapun. Dia memang menghendakimu ada di bumi itu sudah rencana-Nya.
Pahamilah contohku,segalanya akan mulai masuk akal, Insya Allah..

Ada seseorang yang bekerja di suatu perusahaan, Dia bertugas sebagai petugas keamanan pekerjaan tingkat bawah,bertanggung jawab atas keamanan. Dia harus melayani bosnya, dia harus menyupiri bosnya. Tapi dia bekerja sangat keras sehingga naik jabatan, Dan dia pun naik jabatan lagi,  lalu dia naik jabatan lagi,  lalu dia naik jabatan lagi. Dia bekerja di perusahaan ini selama 30 – 40 tahun dan sekarang dia menjadi wakil direktur di perusahaannya. Apa jabatan pertamanya? Petugas Keamanan, sekarang jadi apa dia? Wakil Direktur. Naik jabatan yang sangat tinggi dia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk perusahaan ini, jadi hanya 1 orang yang jabatannya lebih tinggi darinya. Siapa itu? Direktur Perusahaan. Jadi Direktur berjalan ke ruangannya suatu hari membawa anak berumur 15 tahun dan dia berkata kepadanya.
 “Hey, Dengarlah. Anak 15 tahun ini adalah Wakil Direktur yang baru, layanilah dia sekarang.” Jadi Wakil Direktur yang sudah berdedikasi selama 40 tahun, dia naik jabatan, naik jabatan, dan naik jabatan dan tiba tiba anak 15 tahun akan jadi Wakil Presiden?
“Yang benar saja? Tidak. Kau tidak bisa melakukan itu padaku, siapa dia? Keahlian apa yang dimilikinya? Kemampuan apa yang di punyainya? Apa yang telah dia lakukan? Dia tidak tahu apa apa, lihat yang telah ku lakukan, lihat apa yang dia lakukan. Lihat pengalamanku,lihat pengalamannya. Lihat kualifikasiku,lihat kualifikasinya. Apakah dia bahkan sudah lulus sekolah? Anak ini, apakah dia bahkan bisa mengeja namanya sendiri? Kau akan menjadikanya Wakil Presiden? Aku tidak terima!.”
Kau merasa kasihan dengan Wakil presiden itu atau tidak? Aku merasa kasihan. Jika aku ada di kantor itu,aku akan berkata “Ayolah, itu tidak adil. Wakil Direktur yang malang.” Dia bekerja begitu keras, dan tiba - tiba bukannya dia naik jabatan, dia di salip orang lain dan tiba – tiba “Layani anak ini” Apa apaan ini?
Tapi aku tidak membicarakan Wakil Direktur ini kan?
Aku membicarakan siapa?
Iblis!

Apakah dia beribadah kepada Allah sebelumnya? Apakah dia naik jabatan? Dia naik jabatan dan melampaui derajat malaikat dan tiba – tiba ada makhluk tercipta dari tanah dan Allah meniupkan ruh padanya, dan berfirman “Yang ini naik jabatan.” Dan Iblis berkata apa? “Tidak! kau tidak bisa begitu, itu tidak adil.”
Apa yang ingin ku beritahu padamu adalah keluhan iblis itu logis. Kita akan membahas ini lebih jauh. Tapi hal pertama yang harus kau(Pembaca) tahu adalah keluhan dari iblis dapat dipahami. Itulah masalah pertama,  ada masalah kedua.

Sekarang bayangkan kau bekerja di sebuah perusahaan dan kau tinggal di Indonesia dan perusahaanmu memutuskan bahwa kau akan ditransfer. Mereka akan mentransfer-mu dari Indonesia ke Dubai. Tapi mereka tidak memberitahumu, mereka mengemail seluruh departemen tapi mereka tidak mengemailmu. Semua orang tahu kau akan kemana? Dubai!. Semua orang tahu, satu – satunya yang tidak tahu siapa? Kau.
Suatu hari kau datang terlambat 5 menit dan bos-mu berkata
 “Bisakah aku bicara padamu sebentar? Kemarilah. Kau telah terlambat 5 menit, ini tidak bisa diterima. Aku akan mentransfermu ke Dubai.”
Memang sudah dari awal rencananya mengirimnya ke Dubai. Kemudian temannya datang dan memberitahunya,
 “Dengarlah, semua orang sudah di e-mail, kau akan ke Dubai?”
Dia berkata “Apa? Benarkah?”
“Ya, Kau akan ke Dubai.”
Dia Berkata “Aku tidak mau ke Dubai. Aku ingin tetap disini.”
Temannya Berkata “Jika kau ingin tetap disini, temuilah aku diruanganku, ini hanya akan butuh 5 menit, dan kau hanya terlambat ke kantor 5 menit.” Jadi dia terlambat kerja berapa lama? 5 menit. Dan ketika dia terlambat 5 menit, bos memanggilnya dan berkata,
“Kenapa kau terlambat? Aku akan menghukummu dan mengirimmu ke Dubai.”
Tapi dia dikirimmu kesana, dan dia pun berkata,
“Sebentar, tunggu dulu. Kau telah memutuskan, kau tidak mengirimku karna aku berbuat kesalahan, kau mengirimku karna memang itu rencanamu. Ini bukan salahku, kau memang dari sebelumnya ingin melakukan itu.”
Lalu dia menunjukan E-mailnya,
“Lihatlah, E-mailnya mengatakan kau akan mengirimku. Kau memberitahu semua orang, semua departemen tahu aku akan ditransfer.”
Tapi aku tidak membicarakan orang itu, dan tidak membicarakan Dubai.
Siapa yang ku bicarakan..?

Adam ‘Alaihis Salam.

Apa yang Allah beritahu kepada malaikat?
“Aku akan mengirimnya ke Bumi.”
Tapi Adam ‘Alaihis Salam tidak memulai hidupnya di bumi, dia memulai hidupnya di Surga. Allah Berfirman,
“Kau boleh makan apapun yang kau mau satu satunya  tidak boleh kau makan adalah satu buah dari sebuah pohon. Kau tidak boleh makan itu, yang lainnya boleh kau makan.”Lalu iblis menghampirinya. Dari surat Al A’raaf kita tahu iblis menghampirinya dan memberinya dua pilihan.
“Ketahuilah, Semua  orang mendapat E-Mailnya kau akan dikirim ke bumi tapi sekarang kau hidup di surga. Tahukah kamu? Satu satunya orang yang bisa hidup disini, yang punya visa untuk disini, hanya ada 2 makhluk yang bisa tetap hidup di surga. Entah kau harus menjadi malaikat atau kau menjadi penduduk permanen. Hanya 2 jenis makhluk inilah yang bisa tetap di surga. Dan kau tahu satu – satunya cara agar mendapat visa? Dengan memakan buah pohon itu. Itulah kenapa Dia tidak ingin kau makan buah pohon itu. Karan ika kau makan buah dari pohon itu apa yang terjadi? Kau akan menjadi penduduk surga selamanya. Aku beritahu kau rencananya adalah mengirimmu ke bumi.”
Lalu Adam dan Hawa, apakah mereka memakan buahnya atau tidak? Mereka makan buahnya. Ketika mereka makan, Allah berfirman,
“Turunlah dari Surga dan pergi ke Bumi”

Aku sudah memberitahu pembaca sedikit tentang Iblis dan memberitahu sedikit tentang Adam. Mari kita bandingkan keduanya dan pikirkan. Karena kita harus mencapai sebuah kesimpulan.
Adam ‘Alaihis Salam diberikan kenaikan jabatan Ya atau tidak?
Ya, dia naik jabatan bahkan malaikat harus bersujud.
Apakah iblis diberikan jabatan?
Ya, dia naik jabatan bahkan melampaui derajat malaikat.
Jadi mereka berdua naik jabatan.
Adam ‘Alaihis Salam diberi kehormatan oleh Allah, Iblis juga diberikan kehormatan oleh Allah.
Adam ‘Alaihis Salam melanggar Allah,Ya atau Tidak?
Ya.
Iblis Melanggar Allah,Ya atau Tidak?
Ya.
Iblis mempunyai keluhan yang logis,Ya atau Tidak?
Ya. Masih ingat kenaikan si Wakil  Direktur?
Adam ‘Alaihis Salam juga bisa mempunyai keluhan yang logis, Apa keluhan logis dari Adam?
“Kau memang sudah dari sebelumnya ingin mengirimku ke Bumi. Ini sebuah jebakan. Aku memakan buahnya atau tidak tetap saja kau akan mengirimku ke Bumi. Kau sudah tau aku akan memakan buahnya. Allah sudah tau apa yang akan kulakukan, ini bukan salah ku.”
Jadi Adam bisa mempunyai keluhan logis dan iblis juga bisa punya keluhan logis. Perbedaannya adalah iblis membuat keluhan tapi Adam ‘Alaihis Salam tidak mengeluh. Adam berkata,
“Tidak, Ini salahku. Bahkan jika ini tidak masuk akal bagiku. Logikaku terbatas karna aku hanya manusia, Allah jauh lebih tahu dibandingku, Allah jauh lebih bijak dibandingkan ku. Aku tahu bahwa aku menjadi tamak, aku tahu salahku.”
Kau tahu apa yang terjadi ketika orang - orang menyalahkan Allah?
Mereka tidak  ingin menerima tanggung jawab. Sementara Adam ‘Alaihis Salam menerima tanggung jawab itu. Sementara orang orang yang menyalahkan Allah akan seperti iblis. Dan orang orang yang menerima tanngung jawabnya akan seperti Adam ‘Alaihis Salam.
Semua masalah tentang takdir adalah satu masalah, yaitu masalah tanggung jawab, Hanya Itu.



“Share Artikel Ini Agar Saudara Muslim-Mu Tahu
Tidaklah seorang yang menghafal ilmu lalu ia menembunyikannya, melainkan akan didatangkan pada hari kiamat dalam keadaan diberi tanda dengan tanda dari api neraka.”[HR Ibnu Majah: 261]
“Ilmu yang tidak disampaikan (kepada orang lain) itu sama seperti simpanan (harata) yang tidak diinfakkan.”
[HR Ibnu Asakir & Ibnu Abdul Barr]

Kunjungi Selalu untuk Kepoin Islam ;)”

Komentar

Qur'an hadits

Kristenisasi

KRISTOLOGI

RENUNGAN

Postingan populer dari blog ini

Misteri Gunung Jabal Qaaf

Bahan Bangunan Surga Pernah Habis ??

Abu Mihjan Ats - Tsaqafiy